Lelaki di MIRC DALNET #Gan tunggu beberapa detik untuk melihat isi web nya



*Selamat datang di webiste #Gan,
lelaki untuk lelaki,*





*banyak artikel yang bakal nambahin pengetahuan kita akan masalah kesehatan seputar tubuh,
ada kolom tag board untuk say hello online( bisa juga untuk caht,kalo banyak yang sedang online,)
ada FORUM untuk lelaki yang butuh pasang iklan cari lelaki disini tempatnya,*





*ada BUKU Tamu, dibuku tamu lebih komplit lagi , disediakan kolom untuk stat,asl, dan no hp kamu. ada GAME, 3 game di sediakan untuk kita.
mo liat pic penghuni #Gan? ada di bagian bawah website, beberapa wajah lelaki terkenal juga ada disini, Polling tingkah laku kita juga ada*





*ok tunggu apalagi,
met surfing di website #Gan, dan met caht di MIRC dal.net #Gan.
*

** BILA ADA PENYALAH GUNAAN DATA , PICT, DLL silahkan kirim ke ADMIN Gan email ke aayadbali@yahoo.com**




::Home ::Tentang Kami ::Link Sek ::Album User 1, 2 ::Buku Tamu



Friday, April 08, 2005
cerpen Mei

 

 

Kenangan Diwaktu Hujan

 

Kalau saja kuturuti kata temanku, aku tidak akan kehujanan sekarang. Tapi apa boleh buat aku sudah memutuskan untuk segera pulang, karena merasa tak enak sebab aku sudah sedari tadi bertamu kerumahnya.Ternyata hujan yang tadinya hanya gerimis kini sudah mulai lebat, sementara aku masih harus turun dari angkot dan kembali menunggu angkot berikutnya yang menuju kerumahku. Akupun memilih turun dari angkot dekat dengan sebuah rumah besar yang tidak berpagar, karena aku berpikir sambil aku menunggu angkot aku dapat berlindung diteras rumah tersebut. Cukup lama aku berdiri diteras rumah tersebut tapi angkot yang kutunggu belum juga

kelihatan.Saat sedang asik berdiri sambil melihat-lihat jalanan aku

terkejut oleh suara deritan pintu rumah tersebut. Dan

keluarlah seorang pria sebayaku, sambil memasng muka sok manis aku berkata “maaf mas... aku numpang berteduh disini” dengan senyum ramah di menjawab “nggak pa-pa kok, aku juga sudah melihat kamu dari tadi berdiri disini”.

“iya nih... mana hujan lagi eh... angkot yang kutunggu tak kelihatan” jawabku.

“ya.. udah dari pada kamu menunggu lama mari masuk sambil menunggu hujan reda”, aku sempat terkejut mendengar ucapannya. “ah mas.. jadi tak enak”, “nggak pa-pa kok”.Akupun mengikutinya dari belakang sambil melangkah masuk,

dia pun mempersilahkan aku duduk di sofa hitam empuk pada

ruang tamu tersebut. “Sebentar ya... aku tinggal dulu”. Sepanjang peninggalannya kulihat foto-foto yang menghiasi dinding, rupanya dia adalah salah satu anggota Binaragawan. Pantas saja kulihat dia begitu kelihatan macho dan berpakaian yang sportif dengan kaos ketat dan celana training putihnya tadi, sehingga mencetak dadanya yang tegap berisi serta otot-otot lenganya yang padat.Karena asiknya aku melihat foto-foto tersebut tanpa kusadari dia telah datang dan membawakan ku segelas teh hanggat sambil berkata “iya tuh fotoku sewaktu aku masih aktif di club kebugaran, mari minum mungkin ini dapat menghangatkan tubuhmu”. Akupun kembali duduk berhadapan dengannya. “oh ya... kita belum kenalan, perkenalkan

namaku Andi” diapun mengulurkan tangan kekarnya yang segera kusambut “namaku iwan mas!” “ah... jangan pangil mas... pangil saja andi, toh kita sebaya kok”.

Seketika darahku berdesir saat tangan kekarnya mengengam

erat jari-jariku. Untuk menghilangkan sedikit keteganganku, ku teguk teh hangat yang dibawanya tadi. Andi sepertinya tahu keteganganku dan melihat wajahku sambil trsenyum. “tak usah sungkan-sungkan anggap saja rumah sendiri” akupun tersenyum sambil menganguk. “oh ya... kamu suka fitnes juga ya....” cela Andi “ah... enggak kok hanya sering berlatih ringan saja dirumah, makanya tubuhku tidak bagus” mendengar jawabanku tadi dia tertawa “di ruang sebelah ada alat-alat fitnes dan beberapa buku petunjuk kamu mau liat?”. “boleh... kalau kamu mengizinkan” “kenapa tidak” jawabnya.

 

Diruang sebelah ternyata kulihat ada beberapa alat fitnes yang lumyan lengkap. “nih majalahnya...kamu liat deh, sementara aku mau kebelakang dulu”. Kuliat dan kubalik-balik majalah terbitan luar negri yang diberinya, tapi bukannya intruksi-intruksinya yang kuperhatikan melainkan otot-otot yang ditonjolkan oleh orang-orang bule yang sangat menyita perhatianku. Dan akupun sangat terkejut sekali karena dari beberapa majalah yang dia berikan ada satu diantaranya majalah gay. Sekarang aku

lebih memperhatikan lembar demi lembar majalah tersebut. Dan tak terasa batangku yang tadi meringkuk kedinginan sekarang sudah mulai berdiri dan jantungku yang tadinya tenang kini sudah mulai berdegup kencang.Dari arah belakangku dia berkata “Gimana wan... majalahnya oke kan?” dengan gugup dan kaget aku tutup majalah tersebut dan menjawab “i...i...ya..” tanpa berani berbalik menatap wajahnya. “loh... kok kamu gugup wan ?”

“ah... nggak kok, Cuma terkejut saja” kini aku mulai berani membalikkan wajahku, saat itu aku sangat terkejut karena melihat andi hanya mengenakan Cd hitam ketat dan

mataku langsung tertuju pada tonjolan yang berada dibalik Cd itu sementara dada bidang dengan pentil yang mempesona tampak menghiasi tubuh mulusnya. Tanpa ragu Andi mendekat dan berkata padaku “tak usah malu wan, sedari tadi aku sudah memperhatikanmu kok yang sedang asik dengan majalah itu” sambil menujuk majalah yang menjadi perhatianku tadi

“Cuma kamu saja yang tidak tahu, abis kulihat kamu asik sekali, jadi aku berani melepaskan pakaianku”. Karena sudah merasa horny banget dengan majalah dan penampilan Andi yang sexy akupun berdiri dan berjalan mendekati Andi.

 

Sementra Andi tersenyum mesum menyambut kedatanganku, dengan tarikan tangan Andy pada pundakku kini bibir kami sudah berhadapan, dan dengan liar Andi segera saja melumat bibirku sementara kedua tangannya memegangi kepalaku.

Mendapat perlakuan yang nikmat ini maka segera saja aku balas ciumanku padanya sementara lidah kami sudah bergantian menyusupi mulut kami masing-masing. Dan tanganku dengan liar sudah berhasil meraih bongkahan hangat yang masih terbungus Cdnya. Masih tetap bibir kami yang saling bertautan tangan Andi kini mulai berhasil melepas pakaianku satu persatu.Kini akupun hanya tinggal mengenakan Cd putihku, sementara tanganku kini meraih  batang yang sudah membesar dan dengan segera kuplorotkan Cdnya yang sedari tadi membungus benda hangat milik Andi. Setelah berhasil dengan perjuanganku tadi kini aku berlutut untuk dapat melihat dengan pasti batang milik Andi. Ternyata bukan hanya tubuh andi saja yang memiliki otot sexy batangnya pun memilik hal serupa dan di hiasi oleh bulu-bulu yang teratur rapi.

Sementara dari pangkal penis sampai pusar ditumbuhi bulu-bulu halus.

Dengan perlahan namun pasti kukocok batang itu dengan tanganku dan kini mulutku yang gantian mengocoknya sementara tanganku kini menjalar pada puting susu yang

sudah mengeras, kupilin-pilin putingnya sementara mulutku masih tetap melakukan pijatan pada batangnya. “eemmm..  ahhhh.... ah.....” Rancauan dan erangan dari mulut Andi seperti memacu nafsuku untuk melakukan lebih liar lagi pada batangnya. Kini tanganku kembali pada batangnya dan kualihkan pada dua bijinya, kuremas remas sementar lidahku kini menjilati seluruh batangnya, dari ujung hingga kepanggalnya dan sedikit ku mainkan pada lubang kencingnya. Erangannya kini bahkan lebih keuat terdengar

“ahhh... ah..... yaa... aahhhh”Kulihat Andi memejamkan mata merasa nikmat dengan perlakuanku sementara tangannya kini meremas remas rambut lurusku. Mulutku kini berganti dengan tanganku meremas satu persatu biji miliknya. Andi memintaku berdiri. Akupun nurut saja apa yang diminta Andi. Ketika aku berdiri langsung saja dia mulai kembali mencium dan melumat bibirku dan kini lebih liar lagi, Andi pun mejilati wajahku, leher, dan bermain lama diputing kiriku sementara tangannya mermas puting kananku. Dan sapuan lidahnya kini beralih pada pusarku, yang tentu saja membuat aku geli merasakan kenikmatan ini suara erotisku pun meluncur

begitu saja “ehmm..... ehm...........oohhhh....”

 

 Kini tangannya telah berhasil melepas Cdyang ku kenakan, kami kini dalam keadaan tanpa sehelai benang yang melekat. Dan kurasakan batangku yang sudah sedari tadi membesar meraskan hangatnya kuluman dari mulut Andi. Sementara tangannya mengocok batangnya sendiri. Melihat hal ini aku meminta kepada Andi untuk berbaring dan membuat posisi 69 agar kami dapat saling merasakan nikmatnya permainan ini. Permintaanku disetujui oleh Andi. Karena aku memiliki tubuh yang lebih kecil aku meminta padanya untuk berada pada posisi diatas. Kini kami saling mengulum dan menjilati batang kami, harum khas dari tubuh Andi menusuk hidungku sehingga membuat aku semakin bersemangat mengocok batangnya dengan mulutku, kini kualihkan mulutku untuk mengulum kepala miliknya sementara Andi masih saja terus melakukan kocokkan dengan mulutnya pada batangku. Suara suara penuh nafsu keluar dari mulut kami berdua memenuhi ruang fitnes miliknya.Kini mulut andi mulai melepas batangku dan beralih pada hisapan pada dua bijiku bergantian. Sementara aku masih saja asik dengan sapuan-sapuan lidahku pada batangnya.

 

Kini kulihat kepala batang Andi sudah merah keungguan. Rupanya Andi kini mulai melancarkan lidahnya pada anusku yang tentu saja aku merasakan geli dan nikmat yang tiada duanya. Lidahnya mulai dari menjilat sampai menusuk nusuk lubang pelepasanku. Karena merasakan nikmat yang tiada duanya tersebut kini aku kembali dengan lebih bernafsu dan ganas mengocok batangnya dengan mulutku sementara jari manis dan telunjukku berhasil masuk menembus anusnya.Kurasakan batang andi berdenyut hebat dalam mulutku dan dengan waktu yang tidak lama dia merancau “sshhh

...shhhhh.... ahhhh... aaahhhhh” disertai semburan lava putih miliknya pada mulutku creet... cretttt ..... crettttt... rasa asin,manis, gurih menjadi satu dimulutku. Yang terus mengalir kekerongkongan ku. Kuhisap dengan kuat batangnya dan kujilat untuk membersihkan sisa-sisa sepermanya.

 

 Andi kini melemas, bukan hanya tubuhnya tapi juga batangnya kulihat berangsur angsur menyusut. Tanpa dia sadari kini aku berbalik menghadapakan batangku pada mulutnya, rupanya Andi tau yang kumaksud, dia membuka mulutnya dan kini batangku kembali dalam hangatnya mulut Andi, sementara aku bergoyang memaju mundurkan pantatku. Dan terus saja ku percepat gerakanku saat aku merasakan sperma ku sudah berada pada kepala batangku dan sedikit sentakan yang kubuat telah berhasil  memuntahkan lava putih nikmat milikku creeettt.... crreeeeeeet... creeeeett dalam mulut hangat milik Andi kucabut batangku dari mulutnya. Kami tersenyum puas, kini aku berbaring diatas dada bidang Andi sambil mulut kami melakukan ciuman-ciuman ringan. Dan saling mengucapkan terima kasihSetelah aku memberishkan tubuhku dikamar mandi, aku berpamitan untuk pulang karena hujan sudah berhenti. Andy meminta agar dia mengantarku pulang dengan motornya tapi

kutolak karena kulihat Andi masih lelah dengan permainan kami tadi dan aku berjanji padanya untuk sering mampir kerumahnya untuk melakukan fitnes dan (...............).

 

Bagi teman-teman yang ingin komentar, memberikan saran

atau masukkan ataupun ingin berkenalan denganku kutunggu

di emailku ondel79@plasa.com

Posted at 05:50 pm by laki
Comments (2)  




Previous Page



Lelaki bulan ini

LBI adalah chater Gan yang terpilih melalui seleksi dari admin gan
Di tampilkan Pictnya di cover depan web #Gan selama 1 bulan.
Untuk menjadi finalis LBI silahkan mengirimkan picnya ke album user Gan
lalu tulis " LBI" di judulnya serta email adders kamu.bisa juga lihat di bawah halaman web ini ,
#Gan merangkul semua chater dengan kasih
#Gan mirc.dalnet.



LBI kali ini datang lagi dari Bali , simak dan coba lihat beberapa pose gaya nya yang ceria, ikuti semua ceritanya
di sini ..yuukkkkk


Menu Bulan Ini

*Artikel terbaru

*Cerpen Kisah Masa SMA by Raka .
*Cerpen:Pengganti dirinya
*Cerpen: Kisah di waktu Hujan
*Kiat menurunkan berat Badan
*Catatan di ulang tahun Gan
*Ruth Sahanaya daya pikat suaranya
*Kesan Para LBI
*Tora Sudiro, acting naturalnya
*BoyFriend..lihat jelas siapa dia
*Kamus bahasa Gaul Gay
*aids bukan milik satu gender
*Pendapat dari orang soal Gay