Apa pendapat mereka
tentang kaum sehati
SUKMA (mahasiswa)
Pendapat ini aku tulis tgl 22 maret 2005 pukul 18:43 Wita
Mmmm… ngomongin apa yahh?
Disuruhnya she ngomongan tentang “gay”.. ok deh kalo gitu.
Enaknya ngomong darimana yahh??.. ok deh klo gitu.. aku langsung aja..
Sebenarnya “gay “ udah pernah gue dengar dari dulu bgt, jujur gue dulu nggak ngerti bgt tiype apa “gay” itu sebenarnya. Semenjak gue kenal ama temen gue yg terkatagorikan “gay” gue baru bener- bener ngerti seperti apa gay itu… baik dari perilaku sehari-hari, pola pikir, tyle dan kehidupan pribadinya..
Actually kehidupan kamu “gay” is so very uniqe gitu lochh… knapa gue bisa blang seperti itu? Soalnya gaya or penampilannya aja udah beda. Mungkin secara sekedip mata emang agak susah membedakan kaum gay dengan kaum normal (itu untuk gay yg manly lo!! Lain hal dengan gay yg sisy atau ngondek yg menurut gue tidak diragukan lagi status ke “gay”-annya). Kalo gue sih.. udah lama ikut berkecimpung dalam “gay” so.. gue rada ngerti or setidaknya bisa membedakan mana yg “gay” or mana yg laki tulen (normal).
Sejauh ini (palng tidak karena gue sering bergaul dg temen gue yg “gay) gue she fine-fne aja menerima keadaan kaum “gay”, karena sejujurnya mereka pun tidak ingin lahir atau bercita2 sebagai “gay”.Jadi meerka itu menurut gue sama aja seperti orang2 normal. Gue sebagai orang yg ber-iman dan bertakwa setidaknya musti ngerangkul mereka, bukannya menjauh atau mencemoohkan mereka.
Tapi sering juga gue bentrok ama “gay” yg sisy begitu, waktu tu sehh emang nyata2 die yg salah tapi tetep aja ngaku benar ya udahh aku hajar aja tuh “gay”.. Tapi ekjadian tu tidak membuat aku ilfil ama “gay”
Sepanjang gw berteman ama “gay” ini sihh posotif2 aja dan kebetulan temen gue ini solider bgt, trus baik dan tidak perhitungan walaupun dia kadang2 suka gila2an kalo diajak jalan.
Trus…. Apalagi yahh.!!!??
Oh iya.. gini..sepengilahatn gue mash banyak “gay” yg pura2 jadi cowok normal dan takut sekali ketahuan kalo dirnya “gay”. Dalam hal ini bukan “gay” yg belum mau open maksud gue. Pura-pura tidak “gay” maksud gue adalah beberapa :gay” yg terselundup yg gak just the way they are. Mereka malu mereka malu mengakui atau menujukkan kalo dirinya “gay”. Kalo mereka emang “gay” kenapa she tidak go with the wind blow aja.. kenapa musti nutup2in, yah walaupun mau tertutup setidaknya jangan sampai menutup diri ke sumua orang. Mungkin kamu bisa terbuka ama sahabat kamu. Kalo tertutup sama sekeluarga sih..its ok aja, mungkin keluarga belum bisa nerima tentang kehidupan “gay”. Dan sebenarnya gue kasian aja ama gay yg hidupnya penuh ke pura-pura-an alias sandiwara, apa tidak tertekan bathin mereka? Mencintai lawan jenis tidak bisa, dan mencintai sesama jenis malu terhadap lingkungan sekitar. Kalo hidup bisa dibuat gampang knapa mesti di buat susah!! Ok gak…
Pokoknya gini aja deh.. gue kagak ngemasalih keberadaan kaum “gay or homosexual”. Ggay juga manusia (sambil nyanyi dng nada band seurieus)
Buat teman dekatku yg “gay” Rian atau Putri Pemintal Benang Sutra. Aku salut banget ama kamu, kamu kadang bisa mejadi insfirasiku. Keterbukaanmu di depan umum (tidak di keluarga) memberi nilai tambah kalo kamu adalah seorang PEMBERANI.
I love U…
EKA (pengusaha)
Menurut aku… “gay” itu sesuai dengan kependakannya “gaya”. Bahwa kebanyakn dari gay adalah orang2 yg suka bergaya dalam artian dari cara mereka berpakaian dan cara mereka bercengkaram dengan orang sekitarnya (itu untuk gay yang sisy). Mungkin itu merupakan salah satu cara mereka agar bisa menjadi pusat perhatian dan bisa menujukkan identitas mereka sebagai gay. Kadang2 risih juga kalo bertemu dengan “gay” yah bukannya gimana aku dulu belum tau tentang kehidupan gay. Setelah aku punya teman yg “gay” aku setidaknya tau dan menegrti tentang kehidupan mereka. Pola pikir mereka bisa di bilang praktis dan selalu berpikir kedepan. Tapi ada juga “gay” yg hidupnya selalu ber-arah ke seks dam itu yg membuat “gay” kadang2 di lecehkan atau di cemoohkan oleh orang2 sekitar.
Sebenarnya kita tidak perlu menjauhi kaum “gay” apapun alasannya karena mereka juga ciptaan Tuhan sama seperti orang2 normal lainnya. Tapi musti di ingatkan lagi kalo ada “gay” yg sedikit kurang sopan setidaknya bisa mengontrol diri di manapun berada.
Aku sempat mebaca dan melihat beberapa tokoh “gay di koran atau di tayangan TV tentang kebebasan atau keingin di akuinya gay dimata hukum. Menurut aku sih setuju aja dengan alasan untuk memberikan hak mereka dalam berekehidupan dan bermasyarakat. Mungkin kaum awam yg egois dan sok bijak saja yg memprotes keinginan mereka. Mereka juga patut hidup layak seperti manusia normal lainnya.
Thx
Yudith (Guru Tk, Playgroup dan Aktifis Mahasiswi)
Menurut saya, kehidupan kaum gay tidak beda jauh dengan kehidupan siapapin, yg menjadi masalah adalah banyaknya orang2 yg belum bisa menerima mereka. Saya pribadi, gay berhak untuk mendapat pengakuandan menentukan pilihan hidup, so what is the probles?? Eksistensi mereka dalam hal apapun juga tidak beda jauh dengan kehidupan orang normal lainnya. Dan bagi mereka kaum “GAY” agar lebih berani to be your self dan tunjukkan bahwa anda ada di dunia dan tidak perlu menutu mara akan keadaan yg ada dalam hal apapun. Sejujurnya aku salut dengan gay yg udah berani untuk terbuka, karena secara mental itu merpakan hal yg bis membuat mereka merasa terbebas dari beban dan rasa takut, jika dibandingkan dengan gay yg tertutup dimana mereka musti menjaga sikap kemana dan dimana mereka berada, dan itu merupakan sebuah beban mental yg bisa membuat gelisah dan penat dalam pikiran. Jadi menurut aku jadilah diri kamu, jangan ambil pusing dengan perkataan orang karena kalian sendiri yg pegang kendali tuk jalani hidup. Buat teman aku yg kebetulan seorang Gay, aku salut dengan prinsip kamu, aku benar2 takjub dengan apa yg kamu lakukan, keterbukaanmu merupakan nilai lebih dari gay yg lainnya..
Funny (perawat)
Kebanyakan orang memandang kaum minoritsa "gay" yg satu ini menggangu bgt, bahkan ngga sedikit juga yg punya persaan jijik. mereka berpikir "apa enaknya sehh?" or "emangnya udah kgk laku?" memang hal hal tersebut merupakan reflek bagi semua orantg yang wajar untuk sesuatu hal yg mereka anggap tidak biasa,
tapi aku disini punya pandangan yg lain tentang temen kita ini, pada awalnya memang reaksi aku bisa dibilang sama seperti kebanyakan orang, sebelum aku ngerti bener bagaimana mereka aku juga termasuk kontra dengan kehadiran mereka, apalagi negara kita sampai sekarang amsih meligelkan hubungan model ini. dengan alasan batasan agama, moral dan adat istiadat. aku punya pengalaman sendiri tentang itu. saat aku punya temen dimana temen aku ini merupakan keluarga kecil para kaum gay, ternyata mereka sama seperti kita ya..pokoknya intinya adalah sama.
banyak orang menilai bahwa mereka ngga normal, bagi aku itu hanya wujud ekspresi dari seorang manusia. cara mereka menemukan jati diri, mahluk tuhan juga punya banyak sekali kekurangan. dan itu merupakan salah satu kekerunga mereka, jadi buat aku kata-kata "tidak normal" tidak tepat. mungkin bisa di ganti dnegan :kekurangan" aku rasa teman2 setuju dengan kata itu. mereka bisa di ajak curhat, bisa asik di ajak ngobrol dan bisa jadi sahabat yg baik. intinya mereka bisa di ajak ngelakuin hal2 yg menyenangkan. Buat yg ngerasa jadi kaum gay, jangan kecul hati. Liat kedepan dan jangan pikirkan orang yg mencibir tentangmu. Kalian adalah orang hebat, lebih hebat dari orang normal lainya.