Benarkah kaum pria
penyebar utama
HIV/AIDS
SECARA teoritis, dari sudut biologi-anatomis, maupun sosial budaya, wanita akan lebih mudah terinfeksi HIV+ dibanding pria. Namun dari kenyataan yang ada, pengidap HIV maupun penderita AIDS, lebih banyak diderita pria ketimbang wanita.
Tanpa menyebut angka, banyak para ahli kedokteran, mengemukakan untuk HIV+ pria dua kali lipat dibanding wanita, sementara untuk AIDS empat kali lipat jumlahnya.Simbol "kejantanan" justru sering menjadi penyebab kematian kaum pria, bahkan dalam usia muda. Misalnya antara lain karena penggunaan narkoba dan kekerasan. Hubungan seks berusia muda jauh lebih banyak dilakukan kaum pria. Hubungan seks dan narkoba ini akan lebih mengakibatkan pria berisiko tinggi untuk terinfeksi HIV.
Kaum perempuan di lain pihak, secara khusus berisiko terkena HIV karena mereka sering tidak memiliki kendali seperti yang dimiliki kaum pria. Kaum wanita tidak bisa menentukan kapan, di mana, dan bagaimana hubungan seks terjadi.
Menurut data, di dunia diperkirakan lebih dari 70% (di Indonesia sekitar 63%Red) infeksi HIV terjadi melalui hubungan seks antara pria dan wanita, sebanyak 10% terjadi hubungan antarpria, dan lebih dari 5,0% infeksi HIV terjadi karena pemakaian jarum suntik. Dan empat per lima pengguna narkoba suntikan itu kaum pria.
Hampir 80% wanita dengan HIV/AIDS hanya berhubungan seks dengan satu pria, yakni suaminya. Untuk mereka desakan agar tetap setia jelas sia-sia kalau pria suaminya sebagian di antara mereka mempunyai prilaku seksual berganti-ganti pasangan.
pria yang sering melakukan hubungan seks bebas, menempatkan mereka pada posisi risiko terkena HIV/AIDS.
Untuk itu, diharapkan kaum pria mampu menjaga kesehatannya secara mandiri, dan selakigus menjauhi perilaku seks bebas. Termasuk menggunakan kondom bila �ketemu� dengan pasangannya. Karena usaha individu merupakan cara cukup signifikan.
Perlu diketahui, penularan HIV/AIDS bukan semata-mata karena hubungan seksual. Jarum suntik para pecandu narkoba yang dipakai bergantian juga sangat potensial untuk menularkan penyakit yang belum ada obatnya tersebut, karena para pecandu tersebut juga berpotensi untuk melakukan hubungan seks bebas.
Di sisi lain, dari berbagai penelitian maupun temuan di lapangan, kaum pria sangat berperan pada kian meruyaknya wabah HIV yang kemudian berkembang menjadi AIDS. Hal ini terjadi lewat homoseksual, perbuatan berganti-ganti pasangan, dan penggunaan alat suntuk narkoba.
Dikutip dari berbagai sumber
Di ulas oleh : Rian
Posted at 05:19 pm by laki
Permalink